Ambon, 26 Agustus 2025 . Forum Group Discussion (FGD) membahas rencana pelaksanaan ekspor langsung (direct export) komoditas perikanan Maluku melalui jalur udara digelar di Ruang Rapat Angkasa Pura Ambon, Selasa (26/8). Kegiatan ini melibatkan PT Indonesia Air Transport Service (IAS) dan PT Apindo, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Maluku serta instansi vertikal terkait.


Rapat dipimpin oleh General Manager Angkasa Pura Ambon dan dihadiri oleh Kepala Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan beserta jajaran, Kepala Divisi Operasi Lanud Pattimura, perwakilan PT IAS, PT RLT, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Pembahasan difokuskan pada peluang ekspor ikan kerapu hidup ke Hong Kong menggunakan pesawat carteran. Langkah ini diambil sebagai solusi atas kendala yang selama ini dihadapi dalam pengiriman via laut.


Ekspor perikanan, khususnya ikan kerapu hidup, menjadi salah satu komoditas unggulan Maluku di pasar Hong Kong. PT IAS, yang merupakan anak perusahaan PT Angkasa Pura, memiliki armada pesawat yang dapat dimanfaatkan untuk pengiriman langsung ke negara tujuan.


Pihak PT IAS melihat potensi besar ekspor langsung dari Maluku dan berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan berkelanjutan, tidak hanya sebatas ekspor perdana.


Sebagai langkah lanjutan, PT IAS berencana menyiapkan fasilitas cold storage atau container reefer untuk penyimpanan sementara komoditas dari luar Ambon sebelum diberangkatkan sesuai jadwal ekspor.


Rencana ini diharapkan dapat membuka babak baru bagi sektor perikanan Maluku, mempercepat distribusi, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan daya saing di pasar internasional (MCIndag_BP-Hyt)

id_IDIndonesian