Leihitu, Maluku Tengah (13/8/2025) — Pemerintah Provinsi Maluku bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2025 melalui peresmian program Digital Farming dan Gerakan Tanam Cabai Serempak. Kegiatan ini berlangsung di UPTD BBI Padi, Palawija & Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan turut dihadiri oleh Plh. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Dr. Achmad Jais Ely, serta sejumlah pejabat penting lainnya. Hadir pula Ketua TP PKK Provinsi Maluku, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Maluku, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Asisten II Sekda Maluku, pimpinan lembaga vertikal, pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, jajaran TP PKK, Raja Negeri Hitu Lama dan Hitumesing, penyuluh pertanian, serta unsur terkait lainnya. Sebagian peserta mengikuti kegiatan secara daring maupun luring.

Tujuan Program
Program ini bertujuan untuk:
·       Meningkatkan produksi pangan lokal
·       Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
·       Mewujudkan pertanian yang adil dan sejahtera di Maluku melalui slogan “Par Maluku Pung Bae”


Strategi 4K untuk Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Gubernur Lewerissa menekankan pentingnya transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi digital. Ia menyampaikan harapan agar kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.
Gubernur juga mengimbau seluruh Bupati dan Wali Kota di Maluku agar menerapkan strategi 4K, yaitu:
·       Keterjangkauan Harga
·       Ketersediaan Pasokan
·       Kelancaran Distribusi
·       Komunikasi Efektif
Strategi ini dinilai krusial dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan pencapaian visi pembangunan nasional dan daerah, yakni Asta Cita Presiden ke-2 dan Sapta Cita Gubernur ke-6. (MCIndag_BP-Hyt) 

id_IDIndonesian