Ambon – Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Sabtu (19/7) di sejumlah ritel modern di Kota Ambon. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas laporan Menteri Pertanian Amran Sulaiman kepada Polri dan Kejaksaan Agung RI, menyusul hasil investigasi bersama Satgas Pangan Republik Indonesia yang menguji 268 sampel beras dari 10 provinsi di 13 laboratorium terakreditasi. Dari total sampel tersebut, 212 merek Beras Premium dinyatakan tidak sesuai standar mutu, volume, maupun Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah.

 

Berdasarkan analisis laboratorium, 86 persen sampel yang diklaim sebagai beras medium atau premium sesungguhnya mutunya setara beras biasa. Praktik pencampuran semacam ini diperkirakan menimbulkan potensi kerugian konsumen hampir Rp 100 triliun, akibat selisih harga antara label palsu dan kualitas sesungguhnya.

 

Sebelumnya pada April 2025, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan juga melakukan pengambilan sampel acak 35 kemasan beras premium dari 10 merek berbeda. Hasil uji menunjukkan hanya satu merek yang memenuhi persyaratan mutu, sementara sembilan merek lainnya gagal dan telah dikenai sanksi administrasi berupa surat teguran.

 

Sidak dipimpin oleh AKP Pieter F. Matahelemual, Kanit I Subdit Indagsi Reskrimsus Polda Maluku, bersama Penyuluh Perindag Ahli Muda Hermawan Bandjar dan personel PPNS Perlindungan Konsumen dari Disperindag Provinsi Maluku. Turut mendampingi Jefry Tanasse, Kabid Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Maluku – Maluku Utara, beserta jajaran staf.

 

Dalam pemeriksaan, tim meninjau stok beras premium yang dipajang di rak. Sebagai bentuk kehati-hatian dan kerja sama dengan pelaku usaha, sejumlah produk ditarik sementara dari display hingga ada klarifikasi resmi dari produsen. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

 

“Produk beras yang sudah mendapat konfirmasi resmi dari produsen dapat kembali dipajang,” ujar AKP Pieter F. Matahelemual.

 

Sementara pemeriksaan lanjutan masih menunggu hasil uji laboratorium dan konfirmasi manajemen di Ambon maupun pusat, Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di wilayah Maluku aman untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi dari instansi terkait.(MCIndag_BP-Hyt)

id_IDIndonesian