Pemantauan dan Pengawasan Ketersediaan Bapok, 2 November 2020

Senin, 02 November 2020. Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga barang kebutuhan pokok, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku dan Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku intens melakukan sidak selama pandemi covid 19. Kegiatan sidak pengawasan dan pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok  serta kondisi perdagangan dipimpin oleh Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri,H Jamlean beserta staf didampingi oleh Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku.

Kegiatan dimulai di PASAR TRADISIONAL MARDIKA DAN BATU MERAH, untuk memantau perkembangan harga barang kebutuhan pokok. Dalam pantauan ini, Tim dan menemukan bahwa umumnya harga barang kebutuhan pokok stabil, dengan fluktuasi untuk 3 (tiga) komoditas yaitu penurunan harga untuk komoditas   Cabe merah keriting menjadi rata-rata Rp.46.667,- per kg dan Cabe rawit merah menjadi rata-rata Rp.41.667,- per kg, yang disebabkan oleh masuknya pasokan dari sentra lokal Pulau Seram, dan Namlea Pulau Buru, dan dari sentra luar daerah Makassar dengan Kapal Penumpang milik PT. Pelni. Modal pedagang untuk komoditas Cabe merah keriting turun manjadi Rp.40.000,- per kg dan Cabe rawit merah turun menjadi Rp.35.000,- per kg. Sementara untuk komoditas Tomat mengalami kenaikan menjadi Rp.13.333,- per kg, yang disebabkan oleh kurangnya pasokan dari sentra, karena yang masuk hanyalah dari sentra lokal Namlea Pulau Buru.

Selanjutnya lebih detail tim melaksanakan pemantauan pada ;

Pada  UD.DUA PUTRA, Tim bertemu dengan Herman, yang menginformasikan bahwa stok komoditas barang kebutuhan pokok yaitu Bawang putih tersisa 420 kg dengan harga jual kotor Rp.19.000,- per kg dan bersih Rp.22.000,- per kg, sementara Bawang merah tersisa 8.000 kg dengan  harga jual kotor Rp.31.000,- per kg dan bersih Rp.38.000,- per kg.

Selanjutnya Tim melakukan pemantauan ke pemasok barang kebutuhan pokok TOKO NORRY, di Ruko Batu Merah dan bertemu dengan Mail yang menjelaskan bahwa stok Bawang putih tersisa 8.000 kg dengan harga kotor Rp.19.000,- sampai Rp.20.000,- per kg dan bersih Rp.22.000,- per kg, sementara Bawang merah yang ada tersisa 4.000 kg dengan harga jual kotor Rp.30.000,- sampai Rp.32.000,- per kg dan bersih Rp.38.000,- per kg. Rencana masuk pasokan komoditas barang kebutuhan pokok berikutnya pada hari Kamis, 5 November 2020 dengan menggunakan kapal pengangkut kontainer milik PT. SPIL dengan jumlah yang belum diketahui.

Kemudian Tim bergerak ke UD. INAN JAYA, dan bertemu dengan Syamsudin yang memberi informasi bahwa stok barang kebutuhan pokok yaitu Bawang merah tersisa sebanyak 1.750 kg yang dijual kotor dengan harga Rp.32.000,- per kg dan bersih Rp.40.000,- per kg, juga Bawang putih sebanyak 1.800 kg dengan harga kotor Rp.21.000,- per kg dan bersih Rp.25.000,- per kg, Gula pasir merek KBA sebanyak 20.000 kg dengan harga jual Rp.610.000,- per karung @50kg. Rencana masuk berikutnya adalah di Minggu kedua bulan November 2020.

Tim selanjutnya melakukan pemantauan ke UD. LIMA SAUDARA dan bertemu dengan Ibnu yang menjelaskan bahwa stok barang kebutuhan pokok yakni Bawang merah tersedia sebanyak 2.000 kg dengan harga jual kotor Rp.30.000,- per kg. Bawang putih tersisa 1.500 kg dengan harga jual Rp.20.000,- per kg, Wortel dijual Rp.130.000,- per karton @10kg, Kol dijual Rp.130.000,- per karung @20kg, Kacang tanah dijual Rp.1.400.000,- per karung @50kg dan Beras Ketan Hitam dijual Rp.500.000,- per karung @25kg.

Menutup kegiatan pemantauan, tim melakukan pemantauan di UD JAYA MAKMUR, Tim bertemu dengan Ibu Tri didampingi Maya yang memberikan keterangan bahwa stok Bawang merah tersedia sebanyak 1.000 kg dengan harga jual Rp.31.000,- per kg, sementara Bawang putih tersisa 2.000 kg dijual kotor Rp.20.000,- per kg. Rencana masuk pasokan barang kebutuhan pokok selanjutnya adalah pada hari Kamis, 05 November 2020 yaitu Bawang merah sebanyak 2.500 kg dengan menggunakan kapal penumpang Dobonsolo milik PT. Pelni.