Komoditas Cabe tidak terasa pedas sebab pasokannya menurun, namun umumnya harga bapok stabil pada pantauan 23 Oktober

Jumat,23 Oktober 2020. Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga barang kebutuhan pokok, maka Dinas Perindag Provinsi Maluku dan Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku intens melakukan sidak selama pandemi covid 19. Kegiatan sidak pengawasan dan pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok  serta kondisi perdagangan dipimpin oleh Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku,Yahya Kotta beserta staf didampingi oleh Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku.

Kegiatan dimulai di PASAR TRADISIONAL MARDIKA DAN BATU MERAH, untuk memantau perkembangan harga barang kebutuhan pokok. Dalam pantauan ini, Tim dan menemukan bahwa umumnya harga barang kebutuhan pokok stabil, dengan fluktuasi untuk 2 (dua) komoditas yaitu kenaikan harga untuk komoditas Cabe merah keriting menjadi rata-rata Rp.46.667,- per kg dan Cabe rawit merah menjadi rata-rata Rp.46.667,- per kg, yang disebabkan oleh kurangnya pasokan dari sentra lokal, karena yang masuk hanyalah dari sentra Namlea Pulau Buru, sementara dari sentra luar daerah belum ada yang masuk. Modal Pedagang untuk Cabe merah keriting menjadi Rp.40.000,- per kg dan untuk Cabe rawit merah menjadi Rp.37.000,- sampai Rp.40.000,- per kg. Selanjutnya lebih detail tim melaksanakan pemantauan pada ;

Kemudian di TOKO NORRY, Tim bertemu dengan Mail, yang menginformasikan bahwa stok komoditas barang kebutuhan pokok yaitu Bawang merah baru masuk pada hari Kamis, 22 Oktober 2020 sejumlah 11.000 kg dengan harga jual bervariasi dari Rp.30.000,- sampai Rp.32.000,- per kg untuk yang masih kotor dan dijual bersih Rp.38.000,- per kg.sementara Bawang putih yang masuk sebanyak 16.000 kg ditambah sisa 2.000 kg, sehingga total stok Bawang putih sebanyak 18.000 kg yang dijual mulai dari Rp.18.000,- sampai Rp.20.000,- per kg dan bersih Rp.22.000,- per kg.. Telur Ayam Broiler yang masuk sebanyak 480 ikat dengan harga Rp.280.000,- per ikat. Untuk Kacang Hijau dijual Rp.425.000,- per karung @25kg. Rencana masuk pasokan barang kebutuhan pokok berikutnya adalah hari Jumat, 30 Oktober 2020 dengan menggunakan kapal kontainer milik PT. SPIL.

Selanjutnya Tim melakukan pemantauan ke pemasok barang kebutuhan pokok UD. MELATI, di Ruko Batu Merah dan bertemu dengan Anto yang menjelaskan bahwa stok Bawang putih yang baru masuk kemarin tersisa 800 kg dengan harga kotor Rp.19.500,- per kg dan bersih Rp.22.000,- per kg. Bawang merah tersisa 2.000 kg yang dijual kotor Rp.30.000,- per kg dan bersih Rp.35.000,-

Tim selanjutnya ke TOKO TLS, dan bertemu dengan Hajjah Yanti yang memberi penjelasan bahwa stok barang kebutuhan pokok yaitu Bawang merah tersisa sebanyak 4.000 kg dengan harga jual kotor Rp.31.000,- sampai Rp.32.000,- per kg dan bersih Rp.38.000,- per kg. Sementara Bawang putih tersisa 5.000 kg dengan harga jual Rp.19.000,- sampai Rp.20.000,- per kg dan bersih  Rp.24.000,- per kg. Telur ayam broiler sebanyak 441 ikat dijual Rp.285.000,- per ikat. Dan eceran Rp.1.600,- sampai Rp.1.700,- per butir.

Kemudian di TOKO TASYA, stok Bawang merah tersisa 4.000 kg yang dijual kotor Rp.30.000,- per kg dan bersih Rp.38.000,- per kg. dan Bawang putih tersisa 2.000 kg dengan harga jual kotor Rp.19.000,- per kg dan bersih Rp.26.000,- per kg. Pasokan ini masuk pada Kamis pagi, 22 Oktober 2020, dengan menggunakan kapal kontainer milik PT. SPIL.

Selanjutnya Tim bergerak ke SWALAYAN FRIS MARKET, dan memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok khususnya Gula pasir dan Garam. Harga jual gula pasir merek KBA Rp.13.500,- per kg dan Garam halus tersedia dalam berbagai merek dan ukuran, merek Dolpin 1kg Rp.11.500,- per kg, ukuran 500gr dijual Rp.6.000,- per kemasan, ukuran 250gr Rp.3.000,- per kemasan, sementara Garam halus merek Lodan ukuran 250gr, dijual dengan  harga Rp.3.000,- per kemasan dan merek Lumbung ukuran 250gr dijual Rp.2.300,- per kemasan.

Kemudian Tim melanjutkan pemantauan ke INDOMARET RAYA J LEIMENA, dan bertemu dengan Simon W, yang menginformasikan bahwa untuk produk yang sudah mendekati kadaluarsa, kebijakan dari pihak Indomaret adalah 4 (empat) bulan sebelum produk kadaluarsa, sudah akan ditarik dari display penjualan, dan dikembalikan ke distributor atau pabrik secara kolektif lewat kantor Indomaret pusat di Kate Kate. Untuk produk roti, masa penjualan terhitung hanya 3 (tiga) hari sejak tanggal produksi, setelahnya akan langsung ditarik dan tidak dijual lagi di gerai ini.

Tim selanjutnya bergerak ke Distributor CV. GEMA REJEKI , di desa Passo kota Ambon dan bertemu dengan Dessy, yang menginformasikan bahwa sejak gempa bumi September 2019 lalu, aktifitas pergudangan sebagian besar sudah dipindahkan ke Gudang 2 di lokasi baru di Passo Larier, yang memiliki bangunan yang lebih tahan gempa, sementara di Gudang 1 di Desa Passo, lebih banyak dipusatkan untuk komoditas, Ayam beku, Telur ayam dan Minyak goreng, sementara untuk Beras dan beberapa komoditas yang lebih tahan cuaca dan suhu udara panas, disimpan di areal gudang 2, Desa Passo Larier.

Menutup kegiatan pemantauan hari ini, tim mendatang INDOGROSIR, di Jalan Y Syaranamual Kate Kate dan bertemu dengan Yosi Pratama Putra. Dari koordinasi, diperoleh informasi bahwa selain memasukkan gula kemasan 1 kg merek Rosebrand dan Larisst seharga Rp.12.500,- per kg, Indogrosir juga menjual secara partai besar gula pasir merek KBA yang dijual Rp.592.000,- per karung @50kg. Stok yang tersedia di Indogrosir untuk Gula KBA mencapai 510 karung atau  25.500 kg. (PDN)