Pantauan 24 Agustus 2020,harga komoditi cabe beranjak naik di pasar tradisional mardika sedangkan harga bapok lainnya stabil

Senin, 24 Agustus 2020. Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga barang kebutuhan pokok, maka Dinas Perindag Provinsi Maluku dan Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku intens melakukan sidak selama pandemi covid 19. Kegiatan sidak pengawasan dan pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok  serta kondisi perdagangan di Pasar Tradisional dan Pemasok barang kebutuhan pokok dilakukan oleh Tim yang dipimpin Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku H Jamlean, kegiatan dimulai di PASAR TRADISIONAL MARDIKA DAN BATU MERAH. Dalam pantauan ini, Tim menemukan bahwa umumnya harga barang kebutuhan pokok stabil, dengan fluktuasi untuk 2 (dua) komoditas yaitu, kenaikan harga untuk komoditas Cabe merah keriting menjadi rata-rata Rp.38.333,- per kg, akibat kurangnya pasokan dari sentra lokal. Kenaikan juga terjadi untuk Cabe rawit merah menjadi rata-rata Rp.38.333,- per kg. Penyebab kenaikan harga adalah kurangnya pasokan dari sentra lokal sebab yang masuk hanya dari Namlea Pulau Buru, juga tingginya harga Cabe rawit merah dari sentra lokal Pulau Seram sehingga pedagang enggan memasukkan dari sentra ini. Modal Pedagang mencapai Rp.30.000,- sampai Rp.35.000,- per kg.

Selanjutnya Tim bergerak ke TOKO AL, bertemu penanggungjawab toko yang menginformasikan bahwa stok Bawang putih tersisa 1.200 kg dengan harga jual kotor Rp.21.000,- per kg dan bersih Rp.27.000,- per kg , dan Bawang merah stoknya mencapai 1.500 kg dengan harga jual kotor Rp.25.000,- per kg dan bersih Rp.30.000,- per kg. Rencana masuk pada minggu pertama bulan September dengan kapal penumpang PT. Pelni KM. Dobonsolo untuk Bawang merah dan Bawang putih.

Pada UD.DUA PUTRA, Tim mendapatkan penjelasan bahwa stok Bawang putih tersisa 10 kg dengan harga jual bersih Rp.22.000,- per kg. Bawang merah tersisa 15.000 kg dengan harga kotor Rp.23.000,- per kg dan bersih Rp.30.000,- per kg. Rencana masuk pasokan barang kebutuhan pokok pada hari Jumat, 28 Agustus 2020 yakni Bawang putih sebanyak 14.000 kg dengan harga jual Rp.20.000,- per kg.

Kemudian Tim ke TOKO NORRY, dan bertemu dengan pemilik toko, yang menginformasikan bahwa pasokan barang kebutuhan pokok baru masuk pada Sabtu, 22 Agustus 2020 yakni Bawang merah sebanyak 1.000 kg dengan harga jual kotor Rp.24.000,- per kg dan bersih Rp. 30.000,- per kg. Sementara stok Bawang putih tersisa sebanyak 4.000 kg dan dijual kotor Rp.20.000,- per kg dan bersih Rp.20.000,- sampai Rp.24.000,- per kg. Sementara untuk komoditas Telur ayam broiler stoknya mencapai 200 ikat dengan harga jual Rp.290.000,- per ikat.  Rencana masuk barang kebutuhan pokok dengan menggunakan kapal kontainer milik PT. SPIL pada hari Jumat, 28 Agustus 2020 yakni Bawang merah sebanyak 10.000 kg, Bawang putih sebanyak 12.000 kg dan telur sebnyak 700 ikat.

Di TOKO INAN JAYA, Tim mendapatkan penjelasan bahwa, stok Bawang merah tersisa sebanyak 2.300 kg dengan harga jual kotor Rp.26.000,- dan bersih Rp.35.000,- dan Bawang putih sebanyak 900 kg dengan harga jual kotor Rp.20.000,- per kg dan bersih Rp.25.000,- per kg. Gula pasir merek KBA dijual Rp.620.000,- per karung @50kg tersisa sebanyak 8.150 kg. Sementara Telur ayam broiler tersisa sebanyak 288 ikat dan dijual Rp.300.000,- per ikat, Bawang bombay Rp.280.000,- per karung @20kg, dan Kacang hijau Rp.500.000,- per karung @25kg.

Tim kemudian bergerak ke gerai ritel modern SWALAYAN DIAN PERTIWI POKA,  dan bertemu dengan manager shift pagi yang menjelaskan bahwa semua merek beras kemasan premium semua kemasan telah disesuaikan harga jual sesuai Permendag 57 Tahun 2017 tentang HET Beras, yakni untuk wilayah Provinsi Maluku maksimal Rp.13.600,- per kg. Untuk komoditas Bawang merah harga jual bersih mencapai Rp.45.000,- per kg dan Bawang putih mencapai Rp.29.500,- per kg. Sementara Gula pasir merek KBA dijual Rp.13.500,- per kg.

Selanjutnya di SWALAYAN JEMND Wayame, Tim didampingi penanggungjwab toko memantau harga barang kebutuhan pokok dan batas kadaluarsa produk yang diperdagangkan. Dalam pantauan, tidak ditemukan produk kadaluarsa, sementara untuk gula pasir, stoknya sementara masih kosong.

Kemudian Tim ke CV. JAYA ABADI, di Jalan Dr. Kayadoe SK 14/24 Kudamati, dan bertemu dengan manager usaha. Dalam koordinasi diperoleh keterangan bahwa Distributor ini memasok Beras kualitas premium merek Tawon ukuran 5, 10 dan 20 kg. Juga susu kental manis merek Enak dan Krimer serta Tiga Sapi, dan Susu cair dalam kemasan siap minum merek Indomilk dan berbagai produk lainnya. Tim kemudian meminta manager untuk memberikan laporan terperinci mengenai keadaan stok barang kebutuhan pokok lewat aplikasi Whatsapps kepada petugas pemantau stok Disperindag Provinsi Maluku secara berkala guna sebagi bahan laporan ketersediaan barang kebutuhan pokok.  (PDN)