Masuknya pasokan dari sentra produksi lokal,cabe rawit merah terus menunjukan trend penurunan harga

Jumat, 7 Agustus 2020. Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga barang kebutuhan pokok, maka Dinas Perindag Provinsi Maluku dan Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku intens melakukan sidak selama pandemi covid 19.

Dipimpin oleh Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, H Jamlean, kegiatan dimulai di PASAR TRADISIONAL MARDIKA DAN BATU MERAH, untuk memantau perkembangan harga barang kebutuhan pokok. Dalam pantauan ini, Tim dan menemukan bahwa umumnya harga barang kebutuhan pokok stabil, dengan fluktuasi untuk 2 (dua) komoditas yaitu, Cabe merah keriting dan Cabe rawit merah. Kenaikan harga terjadi untuk komoditas Cabe merah keriting menjadi rata-rata Rp.36.667,- per kg, yang disebabkan kurangnya pasokan dari sentra lokal, sebab yang masuk hanya sedikit dari sentra Namlea Pulau Buru dan dari Pulau Seram tidak ada Cabe merah keriting yang masuk. Sementara penurunan harga terjadi untuk komoditas Cabe rawit merah turun menjadi rata-rata Rp.36.667,- per kg. Penyebab penurunan adalah masuknya pasokan Cabe rawit merah yang cukup ke pasar tradisional dari sentra produksi Pulau Buru dan Seram.

Sepanjang hari tim melakukan pemantauan ke Pemasok barang kebutuhan pokok di kawasan Ruko Batu merah, dimulai dari TOKO AL, dimana didapatkan nformasi bahwa persediaan bawang putih dan bawang merah sementara ini masih kosong. Rencana masuk pada hari Rabu, 12 Agustus 2020 dengan menggunakan kapal penumpang PT. Pelni untuk komoditas Bawang merah.

Pada TOKO NORRY, Tim mendapat penjelasan dari penanggungjawab toko bahwa stok Bawang merah tersisa 4.700 kg dan sementara dibongkar di pelabuhan Ambon, dijual kotor Rp.25.000,- per kg. Sementara stok Bawang putih sebanyak 5.000 kg dijual kotor Rp.15.000,- per kg dan bersih Rp.20.000,- per kg. Stok  Telur ayam broiler sebanyak 500 ikat dengan harga jual Rp.295.000,- per ikat.

Di UD. DUA PUTRA, Tim bertemu pemilik usaha  yang menjelaskan bahwa stok Bawang merah asal Probolinggo sudah masuk sebanyak 10.000 kg dengan harga jual Rp.21.000,- sampai Rp.22.000,- per kg, sedangkan Bawang putih tersisa 9.000 kg dengan harga jual kotor Rp.13.500,- per kg dan bersih Rp.17.000,- per kg.

Pada UD. LIMA SAUDARA, didapati informasi bahwa persediaan Bawang merah sudah habis dan Bawang putih sebanyak 2.380 kg dengan harga jual kotor Rp.15.000,- per kg. Rencana masuk pada minggu depan dengan menggunakan kapal kontainer yakni Bawang merah sebanyak 5.000 kg dan Telur ayam broiler sebanyak 441 ikat.

Kemudian di UD. JAYA MAKMUR, Tim mendapatkan penjelasan bahwa stok Bawang merah masih cukup banyak, mencapai 4.000 kg dengan harga jual kotor Rp.22.000,- per kg dan Bawang putih sebanyak 6.000 kg dengan harga Rp.14.000,- per kg.

Selanjutnya di ALFAMIDI RUMAH TIGA, Tim memantau batas kadaluarsa produk yang dijual di gerai ini, dan tidak menemukan barang kadaluarsa. Khusus untuk produk roti, setiap hari sebelum tutup toko di malam hari, selalu diperiksa batas kadaluarsa dan mutu produk agar tetap terjamin bagi konsumen, disamping itu, setiap tanggal 16 dan akhir bulan, selalu dilakukan pengecekan secara manual produk yang dipajang di rak penjualan sekaligus pembaharuan promosi produk.

Tim kemudian melanjutkan pemantauan ke Ritel modern nasional di INDOMARET IR. M. PUTUHENA dan bertemu dengan penanggungjawab shift pagi. Tim melakukan pemantauan terhadap barang kadaluarsa dan barang promosi di gerai ini. Dari koordinasi dengan penanggungjawab diperoleh informasi bahwa semua produk yang dijual, batas kadaluarsa  tercatat dalam sistem komputer. Di lokasi ini, barang kadaluarsa atau yang akan kadaluarsa sudah ditempatkan di tempat tersendiri di depan kasir untuk memudahkan pengembalian saat pengiriman barang dari gudang kantor cabang. Tim juga memerintahkan untuk mengawasi barang kadaluarsa ini agar jangan sampai terjual kepada konsumen. (PDN)