Sidak 24 Juni, Pasokan dari sentra Namlea masuk, harga cabe rawit di pasaran Ambon turun 12 persen; Produk Kadaluarsa juga terus ditertibkan

Rabu,24 Juni 2020. Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga barang kebutuhan pokok, maka Dinas Perindag Provinsi Maluku dan Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku intens melakukan sidak selama pandemi covid 19. Kegiatan sidak dilakukan untuk melihat kondisi perdagangan di Pasar Tradisional, Pemasok barang kebutuhan pokok, Distributor dan Ritel Modern lokal.

Dimulai di TOKO LASKAR  di areal Ruko Pasar Mardika depan Hotel Wijaya Mardika, Tim memperoleh informasi bahwa stok Bawang merah yang masuk pada hari Jumat, 19 Juni 2020 sebanyak 3.000 kg dijual dengan harga Rp.37.000,- per kg, telah habis terjual dan yang tersisa adalah komoditas Bawang putih sebanyak 2.500 kg dengan harga jual kotor Rp.16.000,- per kg dan bersih Rp.25.000,- per kg. Rencana masuk selnjutnya dari komoditas Bawang merah adalah pada hari Kamis, 25 Juni 2020 sebanyak 4.000 kg.

Selanjutnya Tim melakukan pantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok DI PASAR TRADISIONAL BATU MERAH DAN MARDIKA, dan menemukan bahwa harga komoditas barang kebutuhan pokok umumnya stabil, dan fluktuasi hanya terjadi pada 1 (satu) komoditas yakni Cabe rawit merah yang mengalami penurunan harga menjadi Rp.60.000,- per kg yang disebabkan karena masuknya pasokan dari sentra lokal Namlea di Pulau Buru ke pasar tradisional.

Tim kemudian melanjutkan ke SWALAYAN NEW CITRA MART di Jalan Tulukabessy. Di Swalayan ini Tim menemukan bahwa karyawan swalayan setiap paginya sebelum membuka toko, telah memeriksa dan memisahkan produk yang telah melewati batas kadaluarsa, sehingga tidak lagi dipajang di rak-rak penjualan. Tim kemudian meminta penanggungjawab toko untuk memusnahkan ataupun meretur barang ke distributor yang memasok produk kadaluarsa agar jangan ada lagi di sekitar areal penjualan. Tim kemudian menemukan bahwa Beras kualitas premium ukuran 5kg merek MR. WANG dijual Rp.70.000,- per karung @5kg, melebihi HET yang ditetapkan pemerintah dalam Permendag 57 Tahun 2017, sehingga Tim kemudian memerintahkan penanggungjawab untuk menurunkan harga jual menjadi Rp.68.000,- per karung @5kg sesuai HET.

Kemudian di SWALAYAN AYU, Jalan Tulukabessy Tim menemukan bahwa Beras kualitas premium ukuran 5kg merek 2 UDANG dijual Rp.69.000,- per karung @5kg melebihi HET. Tim kemudian memerintahkan pemilik Swalayan untuk menurunkan harga jual beras agar sesuai HET yang ditetapkan pemerintah. Tim juga menemukan 3 (tiga) bungkus produk MAYUMI SALAD DRESSING SAUS CREAM ukuran 100 gr, yang telah kadaluarsa sejak 22 April 2020. Tim kemudian memberikan teguran lisan dan memerintahkan pemilik swalayan memusnahkan atau mengembalikan kepada pemasok.

Selanjutnya di SWALAYAN DIAN PERTIWI POKA, di Jalan Ir. M. Putuhena, dan bertemu dengan Fanny Leiwakabessy, Manager Swalayan, yang menjelaskan bahwa pihak manajemen Swalayan telah melakukan penyesuaian harga untuk komoditas barang kebutuhan pokok yang dijual di Swalayan ini, khususnya Beras dan Gula pasir. Komoditas Beras kualitas premium seluruh merek dan ukuran kemasan telah dijual sesuai HET Pemerintah, dan untuk Beras yang dijual tidak sesuai HET telah dihentikan penjualannya dan permintaan pasokan dari distributor supaya Swalayan ini tidak melanggar aturan HET dalam Permendag 57 Tahun 2017. Tim kemudian memantau harga jual Gula Pasir, yang dijual Rp.13.500,- per kg dengan merek Kebun Tebu Mas (KTM). Lebih lanjut dijelaskan oleh manager, bahwa Swalayan sementara mengadakan promosi untuk beberapa produk yang over supply dengan masa kadaluarsa yang masih lama, agar dapat mengurangi persediaan barang dagangan di Gudang. Manager juga menjamin bahwa semua barang yang dipromosi bukan produk kadaluarsa dan pihaknya selalu melakukan pengawasan yang ketat terhadap semua produk yang dijual di Swalayan ini agar selalu aman bagi masyarakat selaku konsumen dan sesuai ketentuan yang diwajibkan pemerintah.

Tim kemudian melakukan pantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok ke Distributor CV. MITRA ANEKA NIAGA, dan bertemu dengan pemilik usaha, Dody, didampingi oleh penanggungjawab Leo, yang memberikan informasi bahwa pasokan komoditas Telur Ayam Broiler yang baru tiba sebanyak 4 kontainer atau sebanyak 3.200 ikat atau 576.000 butir dengan harga jual Rp.280.000,- per ikat, juga Beras kualitas premium merek INA BOI sebanyak 15.000 kg dan Bawang putih sebanyak 800 kg. (PDN)