Kurangnya pasokan cabe, harga di pasaran merangkak naik; sidak 26 Mei 2020 Umumnya Harga Bapok Stabil

Dalam rangka menjaga ketersediaan dan stok barang kebutuhan pokok serta kestabilan harga maka Dinas Perindag Provinsi Maluku dan Tim Satgas Pangan intens melakukan sidak selama pandemi covid 19 demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk sidak tanggal 26 Mei 2020, tim melakukan pemantauan dan pengawasan  kondisi perdagangan di Pemasok barang kebutuhan pokok Bawang dan pasar Tradisional. Sidak dipimpin oleh Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, H.Jamlean.

Sidak dimulai di TOKO AL, Pemasok barang kebutuhan pokok Bawang di Ruko Batu Merah dan diperoleh informasi bahwa komoditas Bawang merah yang tersedia sebanyak 3.500 kg dengan harga jual kotor Rp.48.000,- per kg dari Sentra Enrekang di Sulawesi Selatan. Sedangkan Bawang putih tersedia sebanyak 600 kg dengan harga jual Rp.18.000,- per kg. Kedua komoditas ini didatangkan dengan menggunakan kapal kontainer milik PT. SPIL pada hari Jumat, 22 Mei 2020.

Tim kemudian melanjutkan ke TOKO NORRI dan bertemu dengan Mail, Penanggungjawab toko, yang menjelaskan bahwa Bawang merah yang tersedia di toko berasal dari sentra Probolinggo dengan harga kotor Rp.48.000,- sampai Rp.49.000,- per kg dengan stok tersisa sebanyak 6.500 kg, sementara Bawang putih tersisa 4.300 kg dari pasokan sebanyak 15.000 kg dengan harga jual kotor Rp.18.000,- per kg.

Kemudian Tim bergerak ke UD. DUA PUTRA, dan bertemu dengan Herman Pemilik usaha ini. Dalam koordinasi diketahui bahwa pasokan Bawang merah sudah masuk dari hari Jumat, 22 Mei 2020 di pelabuhan Ambon, tetapi karena kondisi menjelang perayaan Idulfitri 1441 H, sehingga semua anak buah dan pelayan toko sudah libur kerja dan baru mulai aktif lagi di hari ini, sehingga pembongkaran baru dimulai dari pagi ini. Pasokan Bawang merah sebanyak 15.000 kg dijual kotor seharga Rp.48.000,- per kg dan Bawang putih sebanyak 2.000 kg dijual dengan harga Rp.18.000,- per kg.

Setelah itu, Tim kemudian melanjutkan ke TOKO INAN JAYA,  dan bertemu dengan Syam, penanggungjawab toko, dan diperoleh informasi bahwa stok Bawang merah sementara kosong dan yang ada hanyalah Bawang putih merek “Bawang Kita” sebanyak 2.800 kg dengan harga jual kotor Rp.23.000,- per kg. Bawang Bombay dijual seharga Rp.350.000,- per karung @20kg. Telur ayam broiler dijual Rp.260.000,- per ikat. Rencana masuk komoditas barang kebutuhan pokok dari toko ini, menggunakan kapal kontainer PT. Tanto pada hari Kamis, 28 Mei 2020 untuk Bawang merah sebanyak 5.000 kg, ditambah Telur ayam broiler serta Kacang dan Beras ketan.

Kemudian Tim melanjutkan ke UD. LIMA SAUDARA, diperoleh keterangan bahwa pasokan Bawang merah baru saja masuk hari ini 26 Mei 2020 sejumlah 3.200 kg dari Probolinggo dengan menggunakan kapal PT. Pelni yakni KM. Ngapulu. Bawang putih tersisa 1.000 kg dengan harga jual Rp.20.000,- per kg. Bawang Bombay dijual Rp.400.000,- per karung @20kg. Rencana masuk Bawang merah berikutnya di hari Kamis, 28 Mei 2020 sebanyak 5.000 kg.

Selanjutnya di UD. JAYA MAKMUR, bertemu dengan Maya, penanggungjawab toko, yang menjelaskan bahwa pasokan Bawang merah sebanyak 2.500 kg dari sentra Probolinggo dengan menggunakan kapal kontainer PT. SPIL dari hari Jumat, 22 Mei 2020. Harga jual Bawang merah kotor mencapai Rp.48.000,- per kg, sementara stok Bawang putih masih kosong.

Tim juga melakukan pemantauan ke Pasar Tradisional untuk mengawasi dan memantau pergerakan harga dan stok barang kebutuhan pokok, serta kondisi perdagangan di Pasar Tradisional pada H+2 Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, dan menemukan bahwa harga barang kebutuhan pokok cenderung stabil. Kenaikan harga jual, hanya terjadi untuk komoditas Cabe merah biasa, Cabe merah keriting dan Cabe rawit merah yang sementara kosong stoknya di pasar, disebabkan tidak adanya pasokan dari sentra lokal dan luar daerah karena petani masih merayakan hari raya Idul Fitri sehingga pasokan ke pasar tradisional terhenti. Pasokan akan kembali lancar pada H+4 Hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah sehingga harga dapat kembali dikendalikan ke kisaran Rp.25.000,- sampai Rp.30.000,- per kg. Total stok Bawang merah dari pantauan di pemasok sebanyak 25.700 kg yang cukup untuk konsumsi selama 12 hari dan Bawang putih sebanyak 21.400 kg yang cukup untuk konsumsi selama 15 hari.(PDN)