Ambon – Setelah dilantik oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pada Jumat (20/02/2026) yang lalu, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku menggelar acara Serah Terima Jabatan Kepala Dinas yang baru, pada Selasa (24/02/2026).
Acara sertijab tersebut diawali dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan dari Kepala Dinas yang lama Yahya Kotta, S.PT., M.Si kepada Kepala Dinas yang baru Dr.Achmad Jais Ely, S.T., M.Si, yang disaksikan oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maluku Kasrul Selang, S.T., M.T, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan memori jabatan.
Dalam sambutannya Yahya Kotta, menegaskan bahwa sesuai Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, kita harus menjadikan Maluku lebih baik lagi ke depan.
Ia berpesan untuk membaktikan diri kepada Maluku dengan mendukung kerja-kerja Kepala Dinas yang baru untuk bisa bekerja secara optimal.
“Kita harus bekerja untuk meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Par Maluku Pung Bae,” ucapnya.
Kadis yang baru Achmad Jais Ely, juga turut mengucapkan terima kasih serta penghargaan kepada Kadis sebelumnya yang telah melaksanakan tugas dan kerja-kerja selama ini.





“Bagaimana kita menangani inflasi, menertibkan pasar mardika, mengatur Industri Kecil Menengah, meningkatkan ekspor, membuat sistem perdagangan dengan baik, problem ini saya yakin sungguh dengan kekuatan dan kekompakan, serta keuletan dari pegawai, kita akan mampu bergandengan tangan bersama-sama menjalankan amanah Sapta Cita Lawamena Par Maluku Pung Bae,”ungkapnya.
Ia memohon dukungan dari para pegawai untuk melaksanakan pekerjaan dengan cerdas meskipun keterbatasan fiskal, maka harus berkolaborasi, bekerja, dan mempertajam setiap pekerjaan yang ada agar Visi Misi Gubernur dan Wakit Gubernur Maluku, bisa tercapai.
Kasrul Selang saat memberikan arahan juga menegaskan bahwa, dalam rotasi jabatan yang dilakukan itu berarti Pimpinan Daerah ingin dalam sektor-sektor tertentu capaian bisa lebih ditingkatkan lagi.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan, banyak hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan yakni Inflasi, Ekspor Migas dan Non Migas, serta penertiban Pasar Mardika.
“Pesan Gubernur adalah pelayanan yang paling utama, jangan sampai dalam pengurusan tata kelola ada monopoli karena semua harus dikerjakan bersama,”tegasnya.
Sebagai informasi Yahya Kotta, S.PT., M.Si telah dilantik menjadi Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Hadir juga dalam kesempatan itu Pejabat Eselon 3 Lingkup Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, serta seluruh pegawai lingkup Disperindag Maluku. (Disperindag Maluku)