Ambon, 17 Oktober 2025 – Upaya pengembangan sektor industri kerajinan di Maluku kembali mendapat dukungan melalui penjajakan kerja sama antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Maluku dan perusahaan energi INPEX.


Pada 16 Oktober 2025, Ketua Dekranasda Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa, mengadakan diskusi bersama pimpinan INPEX. Pertemuan tersebut membahas strategi penguatan industri kreatif daerah serta peluang kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.


Sehari kemudian, 17 Oktober 2025, Wakil Ketua Dekranasda Maluku, Marchelino Paliama, menerima kunjungan Puri Minari, Senior Manager Communication & Relations INPEX Masela Ltd., dan Nao Yamamoto, Manager Corporate Strategy & Planning Unit, bersama perwakilan dari enam negara yang tergabung dalam INPEX Global. Pertemuan berlangsung di Galeri Dekranasda Maluku dan menjadi wadah berbagi ilmu serta pengalaman dalam pengembangan sektor industri kerajinan.


Dalam diskusi, kedua pihak menekankan pentingnya kerja sama untuk memperkuat industri fashion berbasis tenun dan batik Maluku, serta mengembangkan kerajinan khas seperti patung tumbur, miniatur perahu, kerajinan kerang, hingga produk kuliner berbasis sagu, termasuk mie sagu. Produk-produk tersebut tidak hanya mencerminkan kreativitas masyarakat, tetapi juga merepresentasikan kearifan lokal dan kekayaan budaya Maluku yang diwariskan melalui tradisi, cerita, dan tuturan, seperti yang hidup dalam hentakan penenun asal Desa Lat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.


Selepas diskusi, acara dilanjutkan dengan jamuan makan siang yang menyajikan mie sagu cakalang, salah satu produk turunan sagu yang menjadi makanan khas Provinsi Maluku.


Melalui kolaborasi ini, Dekranasda Maluku dan INPEX berharap dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing produk kerajinan Maluku di tingkat global, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat kepulauan. (MCIndag)

en_USEnglish