Jakarta – Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2025 di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2025). Mengusung tema “Optimalisasi Peran DEKRANAS Mengembangkan Produk Kerajinan Indonesia”, kegiatan ini dihadiri 1.050 peserta, termasuk Ketua Umum DEKRANAS yang juga istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, para istri menteri Kabinet Merah Putih, serta para ketua DEKRANAS daerah (Dekranasda) dari seluruh Indonesia.
Ketua Harian DEKRANAS, Tri Tito Karnavian, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakernas semula dijadwalkan pada 2 September 2025, namun ditunda karena situasi nasional yang tidak memungkinkan. Ia menegaskan, tema Rakernas tahun ini menjadi pedoman dalam setiap keputusan dan program kerja, dengan tujuan menjadikan produk kerajinan Indonesia sebagai unggulan bangsa, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Agenda Rakernas meliputi pemaparan program kerja 2025, rencana kerja 2026, diskusi panel, penyerahan penghargaan DEKRANAS Award 2025, serta peragaan wastra daerah. “Rakernas ini diharapkan menjadi sarana monitoring dan evaluasi program, sekaligus forum penyusunan rencana kerja tahun 2026,” ujar Tri Tito.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DEKRANAS, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, mengapresiasi semangat para peserta. Ia mendorong agar Rakernas dimanfaatkan untuk menyampaikan permasalahan di daerah sekaligus mencari solusi bersama. “Kami berharap Rakernas ini bisa menghasilkan semangat baru, inovasi baru, untuk memajukan para pengrajin UMKM di seluruh Indonesia,” ungkapnya.




Selvi menambahkan, DEKRANAS sebagai mitra pemerintah harus sejalan dengan visi dan misi nasional, khususnya dalam memajukan UMKM pengrajin melalui inovasi dan pendampingan dari hulu hingga hilir.
Dari Maluku, Ketua Dekranasda Provinsi, Ny. Maya Baby Lewerissa, menyampaikan dukungannya terhadap Rakernas. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan Saptacita Lawamena yang menekankan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. “Dekranasda Maluku siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan sektor kerajinan,” ujarnya.
Maya menekankan bahwa kekayaan alam Maluku dapat menjadi inspirasi produk unggulan bernilai ekonomis tinggi, sekaligus membuka peluang pasar nasional dan internasional. Ia menegaskan pentingnya memperkuat UMKM, membuka akses pasar, serta mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah.
Selain itu, Rakernas juga menghadirkan talkshow dengan narasumber dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Dalam Negeri, serta Bina Pembangunan Daerah. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pengurus pusat DEKRANAS dengan para ketua Dekranasda provinsi dan kabupaten/kota. (MCIndag_Hyt-BP)