Pantauan sidak bapok, 14 Agustus 2020. Cabe rawit merah naik 5 persen dari pantauan harga kemarin

Jumat, 14 Agustus 2020. Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga barang kebutuhan pokok, maka Dinas Perindag Provinsi Maluku dan Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku intens melakukan sidak selama pandemi covid 19

Dipimpin oleh Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Yahya Kotta beserta staf didampingi oleh Tim Satgas Pangan Terpadu Provinsi Maluku. Tim memulai pantauan pada PASAR TRADISIONAL MARDIKA DAN BATU MERAH, untuk memantau perkembangan harga barang kebutuhan pokok. Dalam pantauan ini, Tim menemukan bahwa umumnya harga barang kebutuhan pokok stabil, dengan fluktuasi untuk 1 (satu) komoditas yaitu, kenaikan harga untuk komoditas Cabe rawit merah menjadi rata-rata Rp.33.333,- per kg, yang disebabkan kurangnya pasokan dari sentra lokal. Modal Pedagang mencapai Rp.28.000,- per kg.

Selanjutnya Tim bergerak ke TOKO AL, dan bertemu dengan penanggungjawab toko yang menginformasikan bahwa stok Bawang merah dan Bawang putih sementara kosong dan rencana masuk adalah pada minggu depan.

Kemudian Tim ke UD. MELATI, dan mendapat informasi bahwa pasokan barang kebutuhan pokok baru saja masuk yakni Bawang merah sebanyak 3.000 kg dengan harga jual kotor Rp.23.000,- per kg dan bersih Rp.30.000,- per kg. Pasokan Bawang putih sebanyak 2.000 kg dengan harga jual kotor Rp.13.500,- per kg dan bersih Rp.18.000,- per kg.

Di TOKO TLS, stok Bawang merah sebanyak 2.000 kg dan Bawang putih sebanyak 4.000 kg dijual kotor Rp.14.000,- per kg dan bersih Rp.20.000,- per kg.

Pada UD. LIMA SAUDARA, Tim mendapatkan penjelasan bahwa pasokan Bawang merah sebanyak 3.000 kg dengan harga Rp.26.000,- per kg, Telur ayam broiler sebanyak 441 ikat dijual Rp.290.000,- per ikat dan Bawang putih sebanyak 3.000 kg  akan masuk pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020 dengan menggunakan kapal pengangkut kontainer milik PT. Meratus Lines.

Selanjutnya di TOKO INAN JAYA, mendapat informasi dari penanggungjawab toko bahwa stok Bawang putih tersisa sebanyak 1.500 kg dengan harga jual kotor Rp.14.000,- per kg dan bersih Rp.20.000,- per kg. Gula pasir merek KBA tersisa sebanyak 116 karung @50kg atau 5.800 kg dengan harga jual Rp.630.000,- per karung. Sementara untuk komoditas Garam kasar dijual Rp.150.000,- per karung @50kg. Rencana masuk pasokan barang kebutuhan pokok selanjutnya adalah di minggu depan.

Kemudian di UD. DUA PUTRA, didapati informasi bahwa stok Bawang merah sebanyak 10.000 kg dengan harga jual kotor Rp.23.000,- per kg baru saja masuk dan stok Bawang putih tersisa 5.000 kg dengan harga jual kotor Rp.14.000,- sampai Rp.15.000,- per kg dan bersih dijual Rp.20.000,- per kg. Rencana masuk untuk pasokan barang kebutuhan pokok selanjutnya sebanyak 1 kontainer atau 14.000 kg Bawang merah dan Bawang putih di minggu depan.

Di TOKO NORRY, tim bertemu penanggungjawab toko yang menginformasikan bahwa pasokan barang kebutuhan pokok sudah masuk dan sementara dalam proses pembongkaran di pelabuhan Ambon yakni Bawang merah sebanyak 7.000 kg yang akan dijual Rp.23.000,- per kg dan Bawang putih sebanyak 5.000 kg ditambah sisa stok Bawang putih sebanyak 1.200 kg sehingga total stok Bawang putih sebanyak 6.200 kg yang akan dijual kotor Rp.14.000,- sampai Rp.17.000,- per kg dan bersih Rp.20.000,- per kg.

Tim juga menyempatkan untuk memantau perkembangan harga beli hasil bumi di beberapa pedagang pengumpul di kawasan Ruko Batu Merah untuk komoditas khas lokal seperti Cengkeh yang dibeli Rp.50.000,- per kg, Pala Rp.55.000,- per kg, Fulli Pala Rp.200.000,- per kg, Coklat Rp.27.000,- per kg dan Kopra Rp.6.000,- per kg. (PDN)